Misi Pesawat Ruang Angkasa Cassini Berakhir di Saturnus dan Bulan
Misi pesawat ruang angkasa ini akan berakhir dan mendarat ke Saturnus, bagian misi akhir di bulan. Cassini akan terbang di antara cincin planet, kemudian mengumpulkan data yang dianggap sebagai penelitian penting untuk mengetahui usia kedua cincin dan komposisi planet.
"Ini adalah misi baru. Kami terbang di tempat yang tidak ada pesawat ruang angkasa yang pernah diterbangkan sebelumnya," ujar Linda Spilker, Ilmuwan Cassini project scientist at NASA's Jet Propulsion Laboratory di California.
"Selama misi berjalan, salah satu yang menarik dari Cassini adalah menemukan perubahan warna kutub utara Saturnus antara 2012 dan 2016, yang dikaitkan dengan musim Saturnus," ungkapnya seperti dikutip dari Techtimes, Kamis (26/10/2016).
Metamorfosis berubah dari warna biru rona emas yang diyakini hasil dari produksi lebih tinggi dari fotokimia Hazes di atmosfer. Asosiasi ini juga terkait dengan titik balik matahari di musim panas pada planet tersebut, yang akan berlangsung hingga Mei 2017.
Puncak perjalanan dari Cassini akan berlangsung pada 29 November 2016, dengan orbit F-Ring. Dua puluh dua orbit dinilai cenderung akan membawa pesawat ruang angkasa di atas kutub, berkelok-kelok dan semakin dekat ke Saturnus.
Sedangkan pada 15 September 2017 mendatang, setelah sekira 20 tahun berada di ruang angkasa, Cassini akan terjun ke atmosfer Saturnus, yang kemudian hancur dan menguap dengan tekanan dan temperatur di Saturnus.